Warga Panik, Bupati Sampaikan Tak Akan Tsunami INDRAMAYU - Gempa 7 skala richter yang mengguncang sejumlah wilayah di Pulau Jawa berpusat di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. BMG mencatat gempa terjadi pukul 00.04.58 WIB, Kamis (9/8/2007). Informasi dari Pusat Gempa Nasional menyebutkan, titik gempa berada di 6.17 LS dan 107.66 BT dengan kedalaman 286 KM di bawah permukaan laut.
Gempa yang berjarak 75 kilometer barat laut Kota Indramayu tersebut juga terasa di Jakarta, Lampung, Jogjakarta, Bogor, Tasik, dan Bandung, bahkan Lampung.
Pantuan Radar dari Indramayu, seluruh warga Indramayu panik dan keluar rumah. Warga Limbangan, Dadap, Juntikebon dan daerah pinggir pantai di wilayah Kecamatan Juntinyuat hingga pukul 02.00 dinihari tadi, masih berkerumun di luar rumah. Atas imbauan dari aparat desa setempat, mereka untuk sementara dilarang masuk rumah, khawatir akan ada gempa susulan.
Sampai pukul 02.11 tadi malam, belum ada laporan kerusakan bangunan di Indramayu dan sekitarnya yang dilaporkan warga. Bupati Indramayu H Irianto Syaifuddin (Yance) dan keluarganya juga berada di luar rumah. Bupati Yance terus memantau perkembangan wilayahnya setelah dihantam gempa yang cukup besar tersebut. “Saya belum menerima laporan kerusakan dari warga,” katanya kepada Radar sambil terus mengontak para camat untuk meminta laporan dampak gempa yang baru saja melanda daerahnya.
Yance juga mengimbau kepada warganya untuk tidak panik, dengan mengatakan bahwa hasil analisis dari BMG gempa tersebut tidak akan menimbulkan tsunami.
Gempa juga terasa di Kabupaten Majalengka. Tini Hartini (45) warga Desa Cicadas Kecamatan Jatiwangi merasakan gempa yang cukup keras. Menurut Tini, sekitar pukul 24.00 dirinya dibuat kaget dengan adanya guncangan hebat. Namun, guncangan tersebut tidak menimbulkan kerusakan bagian rumahnya. Hal senada juga dirasakan Toto Warsito, warga Desa Lengkongkulon Kecamatan Sindangwangi.
Dirasakan Toto, guncangan gempa di daerahnya sangat terasa cukup keras. Hanya saja, lanjut dia, tidak ada kerusakan yang terjadi terhadap rumahnya. Hanya saja adanya guncangan “lini” membuat resah dan was-was. Pun guncangan dirasakan warga Majalengka Kota. Seperti yang dirasakan Asmiarti (30) warga Jalan Siti Armilah Majalengka Kulon. Guncangan hebat yang dirasakannya membuat kaget. Meski tidak ada kerusakan dibagian rumahnya, tapi aquarium miliknya menjadi terganggu.
Sementara itu, Kepala BMG Jatiwangi Eko saat dihubungi koran ini tadi malam, belum mengetahui terjadinya gempa. (dun/ara) | | |
|
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar