Google
 

30/07/07

Usia Kritis Diutamakan


Berkas CPNS Segera Dikirim INDRAMAYU - Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Indramayu dalam waktu dekat akan segera mengirimkan seluruh berkas persyaratan bagi calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang dinyatakan lolos seleksi, ke Kantor Regional III Badan Kepegawaian Negara (BKN). Pengiriman berkas CPNS di lingkungan Pemkab Indramayu, paling lambat pada pertengahan Agustus mendatang.

Kepala BKD Drs H Suherman menjelaskan, saat ini pihaknya terus melakukan penelitian terhadap berkas yang sudah masuk. Untuk mempercepat proses pemberkasan, kini BKD menerjunkan puluhan pegawai guna melakukan pengecekan ulang satu persatu seluruh kelengkapan berkas. Dari 1.572 berkas CPNS yang lolos seleksi, baru setengahnya yang sudah siap untuk dikirim ke Kantor Regional III BKN.

“Pada dasarnya panitia tidak berniat untuk mempersulit proses pemberkasan CPNS. Pasalnya pemberkasan merupakan salah syarat jika tidak ingin dianggap mengundurkan diri,” ungkap Suherman kepada Radar, Senin (30/7) di ruang kerjanya.

Suherman menjelaskan, seluruh berkas persyaratan yang sudah masuk tetap akan diteliti kembali oleh panitia. Sedangkan berkas yang belum lengkap akan segera dikembalikan kepada CPNS untuk secepatnya diperbaiki. “Jadi tidak usah khawatir, sebab masih ada kesempatan untuk memperbaiki berkas persyaratan yang kurang,” terang mantan Kepala Dinas Capil itu.

Masih menurut Suherman, sampai akhir tahun 2009 mendatang, pemkab berencana mengangkat seluruh tenaga honorer menjadi CPNS. Untuk itu, bagi tenaga honorer yang belum mendapat kesempatan tahun ini agar bersabar, karena semuanya bakal diangkat menjadi.






Link :





Best View at Resolution 600x800

Tiga Tewas Usai Pesta Miras



Sempat Sesak Napas, Diduga Minuman Dioplos INDRAMAYU Pesta mabuk-mabukan yang digelar oleh sekelompok pemuda pesisir pantura Kandanghaur berujung dengan kematian. Tiga orang pemuda kehilangan nyawa, usai menenggak miras semalam suntuk pada terang bulan akhir pekan kemarin.

Rakimin bin Katim (32) warga Blok Kalisong, Desa Bulak, Kecamatan Kandanghaur, menjadi korban terakhir yang meninggal dunia di ruang Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit (Rumkit) Bhayangkara Losarang, Senin (30/7) sekitar pukul 02.00 dini hari.

Sebelumnya, Minggu (29/7), dua warga Blok Pasar, Desa Parean Girang, Kecamatan Kandanghaur, yaitu Muh Bais bin Zed (28) dan Badar bin Gatumi (30) juga meregang nyawa setelah beberapa jam koma di Rumah Sakit milik Polda Jabar tersebut. Ketiga korban yang meninggal, diduga akibat berlebihan mengkonsumsi miras oplosan.

Belum diketahui secara pasti jenis miras apa yang mereka tenggak. Bahkan, dari pihak keluarga sendiri, juga belum mengetahui kapan dan di mana diadakannya pesta miras yang telah merenggut dua nyawa tersebut. Hanya saja, ketiga korban tersebut sejak Minggu pagi sudah berada di rumahnya masing-masing dalam keadaan mabuk berat.

Keterangan dari Zaid (54) warga sekitar, sebelum meninggal, pada Minggu pagi sekitar pukul 10.00, tiba-tiba anaknya menderita sesak nafas dan jantung berdebar disertai kejang. "Kaget bukan main, lalu Bais kami larikan ke RS Bhayangkara," ujarnya. Namun, selang delapan jam kemudian atau sekitar pukul 17.00, nyawa Bais tak bisa diselamatkan,” ungkapnya.

Sama halnya dialami oleh Badar, yang menghembuskan nafasnya sekitar pukul 20.00 atau selisih empat jam setelah Bais tiada. Ketiga korban tersebut sudah dibawa pulang ke rumahnya masing-masing. Kemarin (30/7), ketiganya dimakamkan di TPU desa setempat.

Keterangan yang dihimpun Radar, ketiga korban tersebut melangsungkan pesta miras di sebuah hajatan yang digelar di Blok Kalisong, Desa Bulak, pada Sabtu malam Minggu (28/7). "Kebetulan ada hajat Tarling Dangdut Bhayangkara di lokasi itu. Ketiganya mungkin teler sampai pagi. Tapi gak tahu dimana tempatnya," ujar Sanuri (45), salah seorang warga setempat di rumah duka keluarga Bais.

Diduga pula, miras yang mereka minum sengaja dicampur minuman lain. "Memang kebiasan orang sini, kalau nenggak botol suka dioplos dengan berbagai macam minuman. Mungkin itu penyebabnya," ujar warga tadi.

Namun, dugaan tersebut, belum sepenuhnya diperkuat oleh petugas Kepolisian dari Mapolsek Kandanghaur yang menangani kasus tersebut. "Semua masih dalam penyelidikan. Kita belum tahu apa penyebabnya secara pasti," ungkap Kapolres Indramayu AKBP Drs Syamsudin Djanieb, melalui Kapolsek Kandanghaur, AKP Rusdi Hayat SH.






Link :





Best View at Resolution 600x800