Sempat Sesak Napas, Diduga Minuman Dioplos INDRAMAYU Pesta mabuk-mabukan yang digelar oleh sekelompok pemuda pesisir pantura Kandanghaur berujung dengan kematian. Tiga orang pemuda kehilangan nyawa, usai menenggak miras semalam suntuk pada terang bulan akhir pekan kemarin.
Rakimin bin Katim (32) warga Blok Kalisong, Desa Bulak, Kecamatan Kandanghaur, menjadi korban terakhir yang meninggal dunia di ruang Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit (Rumkit) Bhayangkara Losarang, Senin (30/7) sekitar pukul 02.00 dini hari.
Sebelumnya, Minggu (29/7), dua warga Blok Pasar, Desa Parean Girang, Kecamatan Kandanghaur, yaitu Muh Bais bin Zed (28) dan Badar bin Gatumi (30) juga meregang nyawa setelah beberapa jam koma di Rumah Sakit milik Polda Jabar tersebut. Ketiga korban yang meninggal, diduga akibat berlebihan mengkonsumsi miras oplosan.
Belum diketahui secara pasti jenis miras apa yang mereka tenggak. Bahkan, dari pihak keluarga sendiri, juga belum mengetahui kapan dan di mana diadakannya pesta miras yang telah merenggut dua nyawa tersebut. Hanya saja, ketiga korban tersebut sejak Minggu pagi sudah berada di rumahnya masing-masing dalam keadaan mabuk berat.
Keterangan dari Zaid (54) warga sekitar, sebelum meninggal, pada Minggu pagi sekitar pukul 10.00, tiba-tiba anaknya menderita sesak nafas dan jantung berdebar disertai kejang. "Kaget bukan main, lalu Bais kami larikan ke RS Bhayangkara," ujarnya. Namun, selang delapan jam kemudian atau sekitar pukul 17.00, nyawa Bais tak bisa diselamatkan,” ungkapnya.
Sama halnya dialami oleh Badar, yang menghembuskan nafasnya sekitar pukul 20.00 atau selisih empat jam setelah Bais tiada. Ketiga korban tersebut sudah dibawa pulang ke rumahnya masing-masing. Kemarin (30/7), ketiganya dimakamkan di TPU desa setempat.
Keterangan yang dihimpun Radar, ketiga korban tersebut melangsungkan pesta miras di sebuah hajatan yang digelar di Blok Kalisong, Desa Bulak, pada Sabtu malam Minggu (28/7). "Kebetulan ada hajat Tarling Dangdut Bhayangkara di lokasi itu. Ketiganya mungkin teler sampai pagi. Tapi gak tahu dimana tempatnya," ujar Sanuri (45), salah seorang warga setempat di rumah duka keluarga Bais.
Diduga pula, miras yang mereka minum sengaja dicampur minuman lain. "Memang kebiasan orang sini, kalau nenggak botol suka dioplos dengan berbagai macam minuman. Mungkin itu penyebabnya," ujar warga tadi.
Namun, dugaan tersebut, belum sepenuhnya diperkuat oleh petugas Kepolisian dari Mapolsek Kandanghaur yang menangani kasus tersebut. "Semua masih dalam penyelidikan. Kita belum tahu apa penyebabnya secara pasti," ungkap Kapolres Indramayu AKBP Drs Syamsudin Djanieb, melalui Kapolsek Kandanghaur, AKP Rusdi Hayat SH. |