Google
 

30/07/07

Usia Kritis Diutamakan


Berkas CPNS Segera Dikirim INDRAMAYU - Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Indramayu dalam waktu dekat akan segera mengirimkan seluruh berkas persyaratan bagi calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang dinyatakan lolos seleksi, ke Kantor Regional III Badan Kepegawaian Negara (BKN). Pengiriman berkas CPNS di lingkungan Pemkab Indramayu, paling lambat pada pertengahan Agustus mendatang.

Kepala BKD Drs H Suherman menjelaskan, saat ini pihaknya terus melakukan penelitian terhadap berkas yang sudah masuk. Untuk mempercepat proses pemberkasan, kini BKD menerjunkan puluhan pegawai guna melakukan pengecekan ulang satu persatu seluruh kelengkapan berkas. Dari 1.572 berkas CPNS yang lolos seleksi, baru setengahnya yang sudah siap untuk dikirim ke Kantor Regional III BKN.

“Pada dasarnya panitia tidak berniat untuk mempersulit proses pemberkasan CPNS. Pasalnya pemberkasan merupakan salah syarat jika tidak ingin dianggap mengundurkan diri,” ungkap Suherman kepada Radar, Senin (30/7) di ruang kerjanya.

Suherman menjelaskan, seluruh berkas persyaratan yang sudah masuk tetap akan diteliti kembali oleh panitia. Sedangkan berkas yang belum lengkap akan segera dikembalikan kepada CPNS untuk secepatnya diperbaiki. “Jadi tidak usah khawatir, sebab masih ada kesempatan untuk memperbaiki berkas persyaratan yang kurang,” terang mantan Kepala Dinas Capil itu.

Masih menurut Suherman, sampai akhir tahun 2009 mendatang, pemkab berencana mengangkat seluruh tenaga honorer menjadi CPNS. Untuk itu, bagi tenaga honorer yang belum mendapat kesempatan tahun ini agar bersabar, karena semuanya bakal diangkat menjadi.






Link :





Best View at Resolution 600x800

Tiga Tewas Usai Pesta Miras



Sempat Sesak Napas, Diduga Minuman Dioplos INDRAMAYU Pesta mabuk-mabukan yang digelar oleh sekelompok pemuda pesisir pantura Kandanghaur berujung dengan kematian. Tiga orang pemuda kehilangan nyawa, usai menenggak miras semalam suntuk pada terang bulan akhir pekan kemarin.

Rakimin bin Katim (32) warga Blok Kalisong, Desa Bulak, Kecamatan Kandanghaur, menjadi korban terakhir yang meninggal dunia di ruang Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit (Rumkit) Bhayangkara Losarang, Senin (30/7) sekitar pukul 02.00 dini hari.

Sebelumnya, Minggu (29/7), dua warga Blok Pasar, Desa Parean Girang, Kecamatan Kandanghaur, yaitu Muh Bais bin Zed (28) dan Badar bin Gatumi (30) juga meregang nyawa setelah beberapa jam koma di Rumah Sakit milik Polda Jabar tersebut. Ketiga korban yang meninggal, diduga akibat berlebihan mengkonsumsi miras oplosan.

Belum diketahui secara pasti jenis miras apa yang mereka tenggak. Bahkan, dari pihak keluarga sendiri, juga belum mengetahui kapan dan di mana diadakannya pesta miras yang telah merenggut dua nyawa tersebut. Hanya saja, ketiga korban tersebut sejak Minggu pagi sudah berada di rumahnya masing-masing dalam keadaan mabuk berat.

Keterangan dari Zaid (54) warga sekitar, sebelum meninggal, pada Minggu pagi sekitar pukul 10.00, tiba-tiba anaknya menderita sesak nafas dan jantung berdebar disertai kejang. "Kaget bukan main, lalu Bais kami larikan ke RS Bhayangkara," ujarnya. Namun, selang delapan jam kemudian atau sekitar pukul 17.00, nyawa Bais tak bisa diselamatkan,” ungkapnya.

Sama halnya dialami oleh Badar, yang menghembuskan nafasnya sekitar pukul 20.00 atau selisih empat jam setelah Bais tiada. Ketiga korban tersebut sudah dibawa pulang ke rumahnya masing-masing. Kemarin (30/7), ketiganya dimakamkan di TPU desa setempat.

Keterangan yang dihimpun Radar, ketiga korban tersebut melangsungkan pesta miras di sebuah hajatan yang digelar di Blok Kalisong, Desa Bulak, pada Sabtu malam Minggu (28/7). "Kebetulan ada hajat Tarling Dangdut Bhayangkara di lokasi itu. Ketiganya mungkin teler sampai pagi. Tapi gak tahu dimana tempatnya," ujar Sanuri (45), salah seorang warga setempat di rumah duka keluarga Bais.

Diduga pula, miras yang mereka minum sengaja dicampur minuman lain. "Memang kebiasan orang sini, kalau nenggak botol suka dioplos dengan berbagai macam minuman. Mungkin itu penyebabnya," ujar warga tadi.

Namun, dugaan tersebut, belum sepenuhnya diperkuat oleh petugas Kepolisian dari Mapolsek Kandanghaur yang menangani kasus tersebut. "Semua masih dalam penyelidikan. Kita belum tahu apa penyebabnya secara pasti," ungkap Kapolres Indramayu AKBP Drs Syamsudin Djanieb, melalui Kapolsek Kandanghaur, AKP Rusdi Hayat SH.






Link :





Best View at Resolution 600x800

15/07/07

Bank Jabar Cabang Indramayu Bangun Gedung senilai Rp. 17 Milyar




H. Umar Syarifuddin (Dirut Bank Jabar Indramayu) dan Bupati Indramayu Kantor Bank Jabar Cabang Indramayu yang terletak di Jl. Jendral Sudirman dalam waktu dekat akan
berubah total. Di bekas kantor lama yang kini sudah rata dengan tanah itu akan dibangun gedung baru yang megah. Biaya untuk membangun gedung baru yang megah itu cukup pantastik, sebesar Rp 17 milyar.
“Kita memang akan membangun gedung baru yang lebih refresentatif. Dengan fasilitas gedung yang memadai kami berharap kinerja karyawan Bank Jabar Cabang Indramayu akan lebih baik dan pelayanan kepada para nasabah pun akan semakin meningkat,” tutur Dirut PT Bank Jabar, H. Umar Syarifuddin dalam acara peletakan batu pertama pembangunan gedung tersebut, Selasa (3/10).
Hadir dalam upacara peletakan batu pertama gedung baru itu antara lain Bupati H. Irianto M.S. Syafiuddin, Kapolres Indramayu AKBP Drs. Joko P, Dandim Indramayu, Pimpinan Bank Jabar Cabang Indramayu, Herman, para pengusaha setempat, dan undang lain. Upacara peletakan batu pertama berlangsung khidmat dan meriah.
Selain itu pada acara tersebut juga diserahkan bantuan dari Bank Jabar untuk DKM dan anak yatim piatu. Bantuan berupa uang tunai untuk DKM diterima langsung masing-masing pengurusnya (Ketua). Nilai bantuannya masing-masing Rp 10 juta. Baik bantuan untuk DKM maupun santunan untuk anak yatim piatu diserahkan langsung Bupati H. Irianto dan Dirut Bank Jabar H. Umar Syarifuddin.
Mengenai pembangunan gedung baru Bank Jabar Cabang Indramayu dijelaskan Umar Syarifuddin memang dimaksudkan untuk lebih meningkatkan pelayanan kepada nasabah. Kantor cabang yang ada selama ini dinilai sudah kurang layak dan kurang memberikan kenyamanan bagi para nasabah juga kepada para karyawan. Hal ini tentu saja kurang menguntungkan bagi usaha menarik nasabah baru.
Dengan dibangunnya gedung baru itu maka Bank Jabar Cabang Indramayu selain akan memiliki fasilitas yang lengkap dan megah juga akan menambah keasrian penataan Kota Indramayu. Terlebih lagi gedung baru itu berlokasi di pusat kota dan jalan protokol.
Dari desainnya, gedung baru Bank Jabar Cabang Indramayu ini memang akan menjadi gedung termegah di Indramayu. Beberapa kantor bank lainnya yang dibangun sebelumnya dan selama dinilai cukup megah akan tersaingi. Jadi tidalah heran jika kemudian nantinya banyak nasabah baru yang memanfaatkan pelayanan jasa perbankkan di Bank Jabar ini.

BERKEMBANG
Pembangunan gedung baru Bank Jabar Cabang Indramayu diakui Umar Syarifuddin memang agak terlambat jika dibandingkan di kabupaten lainnya. Namun demikian keterlambatan ini tidak berarti perhatian direksi PT Bank Jabar terhadap Indramayu kurang. Keterlamabatan ini semata-mata hanya masalah kesempatan saja.
Perkembangan Bank Jabar Cabang Indramayu sendiri diakui dari tahun ke tahun cukup bagus. Saat ini Bank Jabar Cabang Indramayu telah memiliki asset sebesar Rp 299 milyar, dana pihak ketiga sebesar Rp 143 milyar, kredit yang disalurkan sebesar Rp 269 milyar, dan laba yang diperoleh sebesar Rp 12 milyar.
“Meski labanya baru Rp 12 milyar tapi kita sudah berani membangun gedung baru senilai Rp 17 milyar untuk Indramayu ini. Mudah-mudahan dengan gedung baru yang memiliki fasilitas baik ini akan meningkatkan pendapatan,” katanya.
Sementara mengenai PT Bank Jabar sendiri dijelaskan Umar Syarifuddin, sampai saat ini telah memiliki asset sebesar Rp 15,5 triliun. Dari asset sebesar itu PT Bank Jabar berhasil memberikan kredit sebanyak Rp 10 triliun dengan pendapatan (laba) mencapai Rp 300 milyar.
Dengan posisi permodalan yang baik ini PT Bank Jabar termasuk bank yang memiliki kinerja bagus. Memang kinerja PT Bank Jabar ini belum bisa disebandingkan dengan bank-bank swasta lainnya. Namun untuk antar bank daerah, Bank Jabar termasuk yang terbaik.
Saat ini PT Bank Jabar selain memberikan pelayanan konvensional juga telah membuka fasilitas Bank Syariah. Untuk pelayanan konvensional PT Bank Jabar kini memiliki 111 cabang yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota se-Jawa Barat.
“Khusus untuk Bank Syariah ini kita lagi-lagi harus berbangga hati karena merupakan yang pertama di lingkungan bank daerah. Karena sebagai yang pertama memiliki layanan Bank Syariah maka tidak heran pula jika Bank Jabar menjadi pusat percontohan,” katanya.
Dalam kesempatan itu Bupati H. Irianto M.S. Syafiuddin mengatakan pihaknya menyambut baik dibangunnya gedung baru Bank Jabar Cabang Indramayu. Meskipun memang terlambat, namun Bupati Irianto tetap merasa gembira dan bangga bisa direaliasikannya pembangunan gedung tersebut.
“Pembangunan gedung baru di Indramayu memang terlambat. Padahal potensi ekonomi Indramayu, kan tidak kalah dengan daerah lain. Namun demikian saya menyambut gembira pembangunan gedung baru ini. Saya berharap Bank Jabar tidak hanya mengejar untung. Dalam kiprahnya di Indramayu Bank Jabar juga bisa memberika kontribusi bagi pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pada umumnya,” tegasnya.

Bursa Buku di Indramayu


Pembukaan Bursa Buku 2005 di Kabupaten Indramayu yang mengusung tema "Kita isi kemerdekaan Republik Indonesia dengan mewujudkan masyarakat cerdas gemar membaca", diselenggarakan di Kantor Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Indramayu pada hari Senin, 25 Juli 2005. Acara ini yang berkaitan dengan hari jadi Kabupaten Indramayu ke-478, berlangsung selama enam hari, 25-30 Juli. Peran serta dua penerbit besar di bursa buku ini, yaitu Gramedia dan Erlangga menyemarakkan kegiatan rutin dari perpustakaan setempat sebagai ajang untuk mendorong minat baca sebagai sarana pembelajaran masyarakat. Selama bursa buku ini berlangsung, layanan perpustakaan ditutup untuk sementara.

Dalam laporannya, Kepala Kantor Arsip dan Perpustakaan Setiadi mengatakan bahwa pelaksanaan bursa buku tahun ini sedikit berbeda dengan tahun 2004 lalu, karena selain menampilkan penjualan buku, juga bedah buku, dongeng anak, penyerahan sebuah mobil perpustakaan keliling, dan penyerahan bantuan bahan pustaka kepada 10 desa. Mobil perpustakaan keliling tersebut merupakan bantuan dari Perpustakaan Nasional RI tahun anggaran 2005, sedangkan bantuan buku adalah realisasi dari keikutsertaan para pengelolanya dalam mengikuti bimbingan teknis yang diadakan oleh Badan Perpustakaan Daerah Jawa Barat. Tiap-tiap desa menerima lebih kurang 500 eksemplar. Penyerahan mobil keliling dan bantuan buku diserahkan secara simbolis masing-masing oleh Kepala Perpusnas Dady Rachmananta dan Kepala Badan Perpusda Jawa Barat Dedi Junaedi kepada Bupati Indramayu Irianto Mahfudz Syidik Syafiuddin.

Dalam sambutannya, Bupati Irianto menyatakan bahwa melalui bursa buku, yang disertai dengan bantuan mobil keliling dan bahan pustaka, diharapkan akan menggugah masyarakat Indramayu dalam kegiatan membaca (dan menulis) agar wawasan, pengetahuan dan ketrampilan mereka meningkat sehingga dapat bersaing dengan kabupaten dan kota lain di wilayah Jawa Barat. Ia mengatakan ini dalam kapasitasnya sebagai seorang penerima penghargaan tingkat nasional dari Serikat Penerbit Suratkabar (SPS) yang menilai ia sebagai seorang kepala daerah yang telah berhasil meningkatkan minat baca masyarakat di wilayahnya.

Dalam kesempatan ini pula, Kaperpusnas meninjau sebuah perpustakaan umum di Desa Jumbleng, yang lokasinya menyatu dengan kantor kepala desa. Perpustakaan yang diberi nama Cekas Gemilang ini merupakan salah satu perpustakaan umum terbaik di Kabupaten Indramayu hasil binaan Kantor Arsip dan Perpustakaan setempat. Dikatakan terbaik karena perpustakaan ini mendapat respons positif dari masyarakat sekitarnya, terutama para pelajar yang senantiasa memenuhi ruang bacanya. Selain itu, pengelolaannya juga sudah sesuai dengan prosedur, seperti sistem layanan, pengadaan buku, dan perekrutan tenaga manusianya.

Orang Tua Korban NII KW-9 Desak Pemerintah Usut Ponpes Al-Zaitun


detikcom - Bandung, Forum Masyarakat Korban (FMK) Komandemen Wilayah
(KW) 9 Negara Islam Indonesia (NII) meminta aparat keamanan untuk
menyelidiki lebih lanjut dugaan penyalahgunaan pendidikan di Pondok
Pesantren Ma'had Al-Zaitun untuk mengkader dan merekrut anggota baru.

Anggota FMK KW-9 yang terdiri dari sejumlah orangtua yang
merasa "kehilangan" anak setelah mengikuti kegiatan-kegiatan di
pesantren itu juga mendesak pemerintah untuk mengusut dugaan makar
gerakan NII itu.

Desakan para orangtua itu disampaikan sejumlah perwakilan FMK KW-9
yang mendatangi Komisi E DPRD I Jabar di Bandung, Kamis (22/11/2001).
Dalam pengaduan yang berlangsung sampai sore itu, delegasi FMK KW-9
dipimpin ketuanya Krisman Soleh. Mereka diterima Wakil Ketua DPRD I
Jabar H Koerdi Moekri, Ketua Komisi E KH Rochyat Noor dan sejumlah
anggota dewan lainnya.

Menurut Krisman, mereka selaku orangtua merasa sangat dirugikan
dengan kegiatan NII KW-9. Anak-anak mereka yang semula patuh dan
soleh, tiba-tiba berubah membangkang dan tidak mau lagi melakukan
syariat agama. Usut punya usut dan selidik punya selidik, mereka
melakukan itu setelah mengalami di-baiat (diambil sumpah).

"Anak saya yang dahulu rajin salat 5 waktu, sekarang tidak lagi
melakukan ibadahnya. Katanya, kalau sudah melakukan salat akimuddin
seperti yang diajarkan di Ponpes Al-Zaitun itu, salat 5 kali sehari
menjadi tidak wajib lagi," tambah Lukman, salah seorang delegasi
lainnya.

Karenanya, mereka mendesak dewan agar meminta keterangan lebih lanjut
mereka yang diindikasikan terlibat dalam gerakan NII KW-9 maupun
pimpinan Ponpes Al-Zaitun itu.

"Kami berharap, dewan dan aparat keamanan bisa memanggil segera Toto
Abdus Salam Panji Gumilang Syech AS beserta segenap pengurus lainnya.
Akan lebih baik, kalau kami juga diberi kesempatan berdialog
langsung secara terbuka dengan mereka," kata Krisman lagi.

Lebih lanjut, mereka menegaskan bahwa hendaknya pemerintah tidak
terbuai dengan kemajuan dan kemegahan fisik pondok pesantren yang
melejit secara fenomenal di Indramayu itu.

"Justru hal itulah yang harus diselidiki dan menjadikan tanda tanya.
Ada apa sebenarnya. Orang luar mungkin tidak akan bisa merasakan apa
yang kami alami, 'kehilangan' anak kami yang sudah susah payah kami
didik sejak kecil agar taat beribadah maupun taat syariat agama,"
tegas Krisman lagi.

Dari tulisan tangan lafal baiat yang harus diucapkan kader mereka,
para orangtua itu berkesimpulan sebetulnya gerakan NII KW-9 sudah bisa
dikategorikan makar terhadap negara kesatuan Republik Indonesia.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi E Rochyat Noor yang pada kesempatan
itu juga mengundang unsur Majelis Ulama Indonesia (MUI), kepolisian
dan Kodam, dan Departemen Agama meminta agar persoalan itu dibahas
secara jernih.

"Saya kira aparat keamanan dan pemerintah sudah mengetahui hal itu
dan telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan. Kiranya, perlu
ada kejelasan lebih lanjut dalam waktu dekat," harapnya.(mmi/t)

Dari Indramayu Untuk NU

Tulisan Saudara Masmuni Mahatma berjudul "Mukerwil 'Politisi' NU" di harian Kompas (13/6/2007) perlu ditanggapi agar pembaca harian ini mendapatkan informasi pembanding mengenai pelaksanaan Musyawarah Kerja Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Barat itu.

Pertama, tulisannya lebih bersifat wangwangan, bayangan yang tidak sepenuhnya benar. Ibarat hadis, paparan Saudara Masmuni tidak dapat dikatakan sahih karena ia tidak mengikuti peristiwa secara langsung.

Kedua, Saudara Masmuni tidak pernah mengonfirmasi kegiatan tersebut kepada penyelenggara yang dari hari ke hari menghadiri acara sehingga informasi yang diperolehnya menjadi tidak utuh. Orang yang hadir penuh dalam acara di Indramayu, tidak sekadar datang lalu pergi setelah mengamati sekilas, akan tahu dinamika yang terjadi dalam hajatan nahdliyin Jabar itu.

Ketiga, kegiatan di Indramayu itu diselenggarakan bersamaan dengan Konferwil Jamiyah Ahli Thariqah al-Mu'tabarah al-Nahdliyah (JATMAN).

Dalam hal ini tulisan tersebut telah nyakompetdaunkeun (menyamaratakan) bahwa acara di Indramayu adalah semata perhelatan "politisi". Banyak di antara peserta Konferwil JATMAN dikenal sebagai kiai dan ulama yang ikhlas membina umat dan jauh dari dunia politik. Tidak sedikit dari mereka yang kritis terhadap kepemimpinan PWNU sekarang, tetapi mereka tetap berkhidmat di NU melalui JATMAN sebagai upaya mengawal moralitas NU. Mereka inilah penjaga gawang NU dan masih bertahan di wilayah Jabar, yang tidak tergoda oleh "imajinasi" politik dan "seksi"-nya pragmatisme politik praktis. "Politisi" mengurus NU

Bahwa struktur PWNU Jabar masa khidmat 2006-2011 sebagian diisi oleh para mantan politisi adalah benar. Akan tetapi, AD/ART NU tidak pernah melarang mantan politisi untuk mengurus NU. Larangan hanya berlaku untuk politisi yang aktif. Kepengurusan PWNU Jabar telah dikukuhkan dengan surat keputusan dan pelantikan oleh PBNU.

Sekalipun perolehan suara dalam Konferwil PWNU di Karawang sangat ketat, hanya berbeda satu suara, pihak yang kalah dengan legawa menerimanya. Tidak ada konferwilsus sebagaimana lazim terjadi di partai politik. Hal ini menunjukkan bahwa masih ada kedewasaan dan penghargaan pada hasil demokrasi di lingkungan nahdliyin Jabar. PWNU Jabar pun kemudian menerima siapa saja warga NU yang berkomitmen membangun jamiah, termasuk Saudara Masmuni yang menjadi Sekretaris PW Lakpesdam NU Jabar.

Masuknya mantan politisi ke dalam struktur PWNU itu memang telah membawa warna dan dinamika tersendiri. Selain mereka, ada pula para profesional yang berkomitmen untuk menata manajemen organisasi, dan para kiai pesantren yang memiliki kontak langsung dengan umat. Di antara mereka ada kompetisi yang sehat untuk segera membawa PWNU Jabar ke posisi yang seharusnya.

Mantan politisi yang biasa berhubungan dengan birokrasi selalu berorientasi ke arah bagaimana mengajak pejabat struktural pemerintah agar mendukung program-program NU. Sebaliknya, pengurus yang datang dari kalangan profesional lebih melihat pada sumber daya manusia (SDM) NU sendiri. Benahi dulu SDM, baru kemudian membuat nota kesepahaman dengan pemerintah. Sementara para kiai ingin agar semua program itu benar-benar sampai kepada umat karena mereka yang berada di garis paling depan. Mantan politisi ingin serba cepat, profesional ingin semuanya rapi dan terkontrol, dan kiai ingin semuanya diridai Ilahi.

Dalam praktiknya, memang tidak mudah menyatukan tiga kutub itu. Mukerwil PWNU dan Konferwil JATMAN di Indramayu sebagai salah satu buktinya. Diakui bahwa penyelenggaraan hajatan tersebut belum mencapai hasil maksimal. Selain dinamika internal yang menyebabkan pengurus belum bisa bekerja secara padu dan utuh, melaksanakan dua acara sekaligus ternyata menuntut tenaga dan pikiran yang sangat ekstra. Hal itulah yang agak luput dari persiapan penyelenggara. Namun, pengalaman berharga itu merupakan catatan penting bagi PWNU dan menjadi bahan evaluasi. Program konkret

Mukerwil PWNU di Indramayu telah menghasilkan sejumlah rencana program yang konkret terkait dengan upaya pengentasan warga Jabar, yang sebagian besar terdiri dari warga NU, dari kemiskinan. Untuk itulah mukerwil mengundang Kepala Bapeda Jabar untuk mendiskusikan program apa saja yang memungkinkan warga NU dapat berpartisipasi.

Selain itu, dalam rangka penguatan ajaran ahlusunah waljamaah (Aswaja), Lembaga Pendidikan (LP) Ma'arif NU Jabar dalam waktu dekat akan menerbitkan buku ajar Aswaja untuk tingkat SMP dan SMA. Forum mukerwil telah memberikan banyak masukan bagi penyempurnaan buku ajar tersebut. Secara khusus, setelah pelaksanaan mukerwil, pengurus LP Ma'arif dari cabang NU se-Jabar melakukan studi banding ke sekolah NU yang dikelola LP Ma'arif PCNU Indramayu. Dari kunjungan ini, semakin dirasakan pentingnya buku ajar Aswaja yang khas Jabar karena secara kultural NU Jabar berbeda dengan NU Jawa Tengah atau Jawa Timur.

Mukerwil PWNU dan Konferwil JATMAN di Indramayu, 31 Mei-2 Juni 2007, membuktikan bahwa acara NU masih didatangi umat. Pembukaan tersebut tercatat sebagai kegiatan NU tingkat Jabar yang paling banyak dihadiri umat sekalipun dilaksanakan di bawah guyuran hujan. Ratusan pasien mengantre untuk mengikuti pengobatan gratis yang dilaksanakan Lembaga Pelayanan Kesehatan NU. Kenyataan tersebut sangat membesarkan hati para pengurus, bahwa umat NU khususnya di Indramayu masih memercayai PWNU. Namun, juga menjadi catatan penting bahwa PWNU harus mampu membuktikan semua program yang telah dihasilkan dalam forum mukerwil.

Penyelenggaraan mukerwil diakui memang belum sempurna, tetapi secara tegas bisa dinyatakan tidak ada kesepakatan politik apa pun yang dihasilkan dengan pihak di luar NU. Sebab, NU memang bukan partai politik sekalipun sejumlah mantan politisi sekarang menjadi pengurus. Kesepakatan yang ada adalah rencana kerja sama dengan pemerintah dalam pengentasan kemiskinan dan program pemberdayaan ekonomi umat.

Bahwa Gubernur Jabar hadir di acara tersebut adalah kewajaran belaka karena nahdliyin adalah bagian integral dari warga Jabar. Apalagi, NU merupakan organisasi massa dengan jumlah jamaah terbesar di Jabar. Kehadiran KH Hasyim Muzadi pun menjadi lumrah karena ia adalah Ketua Umum PBNU.

Dengan demikian, jika melihat dari dekat pelaksanaan Mukerwil PWNU dan Konferwil JATMAN di Indramayu, tidak ada hal-hal yang mengakibatkan "iman" para kiai NU terganggu. Bahwa ada kiai yang protes, itu semata-mata pada teknis pelaksanaan dan bukan pada hal yang lain.

Di sisi lain, mukerwil di Indramayu dapat disebut telah ikut membangun ukhuwah islamiah dengan hadirnya para ketua ormas Islam pada waktu pembukaan. Mukerwil di Indramayu adalah untuk NU semata. Bahwa di antara pengurus NU ada yang memanfaatkan mukerwil untuk kepentingan pribadi, tentu PWNU tidak bisa menghalang-halanginya sepanjang hal itu tidak melanggar AD/ART NU. Wallahualam. WAHYU WIBISANA Sekretaris PWNU Jabar

Banjir Air Laut Melanda Cirebon dan Indramayu

Perkampungan warga di sepanjang pantai utara Cirebon dan Indramayu, Jumat (11/5) sore, dibanjiri air laut akibat ombak pantai yang pasang tiba-tiba atau rob. Ombak pasang, menurut warga, terjadi sejak Kamis, tetapi kemarin mencapai puncaknya.

Di perkampungan nelayan di RT 09 RW 6 Kampung Cangkol, Kelurahan/Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, ombak sudah masuk ke perkampungan. Eti Agung, salah seorang pemilik rumah di perkampungan yang terletak 100 meter dari bibir pantai, sudah mengemasi barang-barangnya karena air menggenangi rumahnya setinggi 20 sentimeter (cm). Sebagian jalan kampung juga tergenang air setinggi 30 cm. Satu keluarga lain bahkan sudah mengungsi.

Basir Adip, Ketua RT 09, mengakui air laut mulai pasang sejak Kamis pukul 15.00. Semakin sore, air semakin maju ke daratan. Menurut dia, dari sekitar 40 rumah warga di RT-nya, beberapa sudah mulai terendam air.

Di sepanjang pantai, ombak berkali-kali menghantam tanggul kecil yang membatasi perkampungan dengan bibir pantai. Kebanyakan air laut yang berwarna keruh masuk ke kampung lewat saluran pembuangan air.

Hal tersebut juga terjadi di RT 08 RW 7 Kampung Kesunean, Kelurahan/Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon. Wawan, seorang warga, juga menyatakan air laut sudah masuk perkampungan setinggi mata kaki. Kini warga hanya bisa berjaga-jaga dan bersiap mengungsi jika kondisi memburuk. "Biasanya rob bertahan seminggu. Namun, kami berharap besok sudah mulai reda," ujar Basir. Indramayu

Di Indramayu, ombak besar juga mengancam permukiman warga. Di Desa Limbangan, Juntinyuat, air bahkan sudah masuk ke permukiman. Di Desa Dadap, Kecamatan Juntinyuat, dua keluarga mengungsi dan air terus menggerus pantai yang telah rusak akibat abrasi.

Kepala Desa Dadap Junaidi mengakui, ombak kali ini merupakan ombak terbesar yang pernah dilihat selama belasan tahun tinggal di Dadap. "Warga banyak yang menangis. Mereka kebingungan karena melihat ombak besar. Rumah-rumah mereka memang berbatasan langsung dengan pantai sehingga jika ada ombak besar, kemungkinan langsung bisa masuk," ujarnya.

Sebenarnya air pantai pasang sering kali terjadi di daerah Dadap, tetapi biasanya terjadi bulan Agustus dan tidak sampai masuk ke perkampungan. Kali ini rob justru datang pada bulan Mei.

Desa Dadap sendiri merupakan desa yang terus terkena abrasi. Setidaknya ribuan hektar lahan telah terkikis sejak 10 tahun lalu. Sebagian rumah di pinggir pantai bahkan terancam roboh karena terkikis air saat pasang dan rob. Hingga kini belum ada tanggul pengaman yang mengamankan perkampungan warga dari ombak pantai. Ribuan tanaman bakau yang ditanam awal tahun lalu mati atau terbawa ombak.

GELOMBANG PASANG MELANDA PANTURA INDRAMAYU

Tumpukan rumah warga yang rusak dihantam ombak.

Indramayu: Gelombang pasang , Rabu (11/7), melanda pantai utara di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Menurut warga setempat, ombak setinggi dua meter itu menghantam lima rumah warga yang berjarak 10 meter dari bibir pantai. Para pemilik rumah hanya bisa membiarkan reruntuhan rumah mereka yang hancur. Mereka kemudian memanfaatkan bagian rumah yang masih utuh untuk dijadikan tempat berteduh.

Gelombang pasang pantura juga merusak hektaran kolam penangkaran udang. Para penambak belum bisa menghitung kerugian akibat musibah ini. Menurut mereka, bibit udang tersebut sudah siap panen.

Disosnaker Indramayu Gelar Penyuluhan K3

Indramayu, Pelita

Bertempat di Hotel Multi Wisata, Rabu (4/7) Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Disosnaker) Kab Indramayu menggelar acara penyuluhan Kesehatan dan Keselamatan (K3).

Kepala Disosnaker Kab Indramayu, Drs H Iwa Sungkawa, dalam sambutannya mengatakan, acara penyuluhan K3 ini bertujuan untuk mensosialisasikan kepada tenaga kerja betapa pentingnya memperhatikan kesehatan dan keselamatan kerja.

Bagi pengusahanya diminta mendaftarkan seluruh tenaga kerjanya ke asuransi/Jamsostek supaya benar-benar terjamin kesehatan dan keselamatan tenaga/buruh yang mereka pekerjakan.

H Iwa menyontohkan, seperti di swalayan-swalayan, saat pekerja menaikkan barang dari lantai bawah sampai lantai atas melaui lift barang, seharusnya perlu dijaga oleh salah seorang tenaga untuk mengawasi lift barang tersebut benar-benar laik untuk dioperasikan.

Dalam acara penyuluhan tersebut dihadiri 60 pengusaha/perusahaan yang berdomisili dan operasinya di Kabupaten Indramayu, termasuk hadir juga Kepala Jamsostek Wil III Cirebon Drs Ajat Sudrajat.

Sementara itu Kasubdin Hubungan Industrial dan Pengawasan Tenaga Kerja (Hipka) Disosnaker, Drs H. Ibnu Hajar saat ditemui di ruang kerjanya menjelaskan, jaminan kesehatan dan keselamatan kerja itu bukan hanya diperuntukkan bagi pekerja formal, tapi pekerja informal juga perlu diperhatikan.

�Pihak Disosnaker sebenarnya sudah memberikan pengarahan kepada pemilik perahu, baik itu dipenuhi sarana keselamatan pelayanan dan dianjurkan untuk mendaftarakan para bidaknya ke Jamsostek�. (kus/ck-006)

DPRD Indramayu Desak Pertamina Bantu Kelangkaan Pupuk


Indramayu:DPRD Kabupaten Indramayu mendesak Pertamina untuk segera memenuhi pasokan gas kepada PT Pupuk Kujang Cikampek (PKC) untuk menghindari terjadinya kelangkaan pupuk di Kabupaten Indramayu. "Berdasarkan pernyataan pihak PT PKC kelancaran proses produksi pupuk mereka mengalami gangguan akbiat terhentinya pasokan gas dari Pertamina ke PT PKC,"kata Sekretaris Komisi B DPRD Kabupaten Indramayu, H Tohari, saat melakukan dengar pendapat antara DPRD Indramayu, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Indramayu serta perwakilan dari PT PKC dan PT Pupuk Petro Kimia Gresik di gedung DPRD Kabupaten Indramayu.

Jika kendalan ini tidak cepat diatasi, menurut Tohari, pasokan pupuk kepada para petani di kabupaten Indramayu pun akan tersendat dan dapat menimbulkan kelangkaan.

Karenanya, DPRD Kabupaten Indramayu mendesak kepada Pertamina untuk terus memasok gas yang dibutuhkan PT PKC agar proses produksi mereka terus berjalan normal dan ketersediaan dan harga pupuk di Indramayu bisa terkendali. Berdasarkan pantauan DPRD, saat ini harga pupuk di Indramayu telah mencapai Rp 1.300-1.400/kg, jauh dari HET yang ditetapkan yaitu Rp 1.085/kg.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Indramayu, Kusnomo Tamkani menyatakan, kebutuhan pupuk di seluruh areal pertanian di kabupaten Indramayu mencapai lebih dari 60 ribu ton. "Hingga akhir Desember ini, jumlah pasokan pupuk yang dibutuhkan petani mencapai 18 ribu ton,"katanya.

TKW Asal Indramayu Tewas Gantung Diri di Arab


Indramayu:Seorang tenaga kerja wanita (TKW) asal desa Sakaurip, Kecamatan Balongan, Indramayu, Nasinih binti Tasmar (41 tahun) dinyatakan meninggal di rumah majikannya di Arab Saudi. Berdasarkan laporan,kematian, dia tewas gantung diri.


Kamsari (45 tahun), suami Nasinih, saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa kabar meninggalnya istrinya ia dapatkan setelah pihak KBRI di Arab Saudi memberikan informasi resmi atas kasus tersebut. "Berdasarkan catatan hasil visum, korban meninggal pada 26 Maret 2005," ujarnya saat ditemui Selasa (24/5).

Setelah menerima kabar tersebut, ia telah mendatangi PT Sukma Insan Kamil di Jakarta Timur yang memberangkatkan isterinya tersebut. Dari perusahaan itu diperoleh konfirmasi bahwa Nasinih memang tewas di rumah majikannya akibat gantung diri.

"Kini saya pasrah. Saya cuma minta agar jenazah istri saya segera dibawa ke kampung untuk dimakamkan," tuturnya. Nasinih sendiri, menurut Kamsari, pernah mengeluhkan majikannya yang galak dan sering menganiaya dirinya.

Hendra Pondaga, staf Dinas Sosial dan Tenaga Kerja menyatakan siap membantu pengurusan hak-hak keluarga Nasinih, termasuk bila pihak keluarga akan mengajukan tuntutan hukum atas kasus tersebut.

Seorang Balita Terinfeksi HIV

INDRAMAYU – Jumlah Penderita HIV/AIDS di Kab Indramayu mengalami peningkatan dalam tiga bulan terakhir ini. Berdasarkan data terakhir dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kab Indramayu, jumlah penderita HIV/AIDS per Juli 2007 mencapai 80 orang.

Jumlah tersebut mengalami peningkatan 40% dibandingkan April lalu sebanyak 60 orang. Di antaranya, terdapat bayi di bawah lima tahun (Balita) terinfeksi virus HIV akibat tertular dari sang ibu yang mengidap AIDS. Kasubdin Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular (PPM) Dinkes Kab Indramayu dr Setiawati mengakui, di wilayahnya terdapat pasien balita yang terinfeksi virus HIV.

”Kita terus lakukan pemantauan, dan meminta pendampingan kepada yang bersangkutan oleh komisi penanggulangan AIDS di Kab Indramayu,” ujar Setiawati kepada SINDO,kemarin. Setiawati mengatakan, tambahan data penderita HIV/AIDS tersebut diperoleh dari beberapa yayasan di Kab Indramayu.

Di antaranya, Klinik Setia yang menampung 14 penderita tambahan, Yayasan Pelita Ilmu (YPI) 2 penderita, dan hasil tes darah yang dilakukan PMI Kab Indramayu sebanyak 4 penderita. Penderita tambahan ini, tandas Setiawati, sebagian besar ditularkan melalui hubungan seks selain akibat jarum suntik narkoba.

Head Officer Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten (KPAK) Indramayu Kristiyanti membenarkan adanya pasien baru balita yang sudah positif terinfeksi HIV. ”Setelah dipastikan terinfeksi HIV, kami langsung melakukan pendampingan secara intensif. Identitasnya kami rahasiakan,apalagi yang bersangkutan masih balita. Kami akan upayakan pendampingan semaksimal kepada yang bersangkutan,” ujar Kristin. (tomi indra)

Syamsuddin Djanieb Kapolres Indramayu

INDRAMAYU (SINDO) – Pergantian Kepala Kepolisian Resort di wilayah III Cirebon kembali dilakukan. Kali ini, Kapolres Indramayu AKBP Djoko Purbohadijoyo yang telah menjabat 2 tahun, berpindah posisi menjadi Wakapolres Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng, Banten.

Posisi AKBP Djoko Purbohadijoyo sebagai Kapolres Indramayu digantikan AKBP Syamsudin Djanieb yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Ciamis. Prosesi sertijab Kapolres Indramayu berlangsung sederhana di Mapolres Indramayu, kemarin. Dalam sertijab, tampak hadir Kapolwil Cirebon Kombes Bambang Pudji Raharjo, Kapolresta Cirebon AKBP Edison Sitorus,dan pejabat daerah seperti Bupati Indramayu Irianto MS Syafiuddin, Ketua DPRD Kab Indramayu Hasyim Djunaedi, serta unsur muspida lainnya.

Kapolwil Cirebon Kombes Bambang Pudji Raharjo mengungkapkan, rotasi di kalangan kepolisian merupakan suatu bentuk kebutuhan organisasi di tubuh Polri. Mantan Kapolres Indramayu, AKBP Djoko Purbohadijoyo mengucapkan rasa terima kasih kepada masyarakat yang telah membantunya dalam melaksanakan tugas saat menjabat sebagai Kapolres Indramayu.

Sementara itu, Kapolres Indramayu AKBP Syamsudin Djanieb mengatakan, tugas pertama yang akan dilakukan olehnya setelah menjabat sebagai kapolres adalah melakukan konsolidasi internal. (tomi indra)

Privatisasi,Menggadaikan Negara

PRIVATISASI dalam pengertian yang paling sederhana dapat dipahami sebagai penjualan aset-aset negara.Menjual aset? Ya.
Meski kedengarannya agak sedikit ”menyeramkan”, privatisasi memang saat ini menjadi pilihan kebijakan yang banyak diterapkan di negara berkembang atau negara maju.Pa-salnya, itu semua dilakukan ka-rena dipandang sebagai agenda ekonomi wajib guna menghindari ekonomi biaya tinggi melalui pelepasan perusahaan negara yang menguras anggaran. Sunita Kikeri,dkk (1992) dalam Privatization: The Lesson of Experience membeberkan sejumlah fakta mencengangkan, bahwa berdasarkan penelitian Bank Dunia tahun 1992 (saja), tercatat sejak 1980 lebih dari 80 negara telah merencanakan yang melibatkan 6.800 badan usaha milik negara (BUMN) di seluruh dunia. Itu juga berlaku terhadap negara yang kita cintai ini,Indonesia.

Kehadiran buku ini secara lebih spesifik mengkaji dampak positif dan negatif dari kebijakan- kebijakan pemerintah yang juga dalam banyak hal telah menerapkan privatisasi. Buku yang ditulis para peneliti muda yang tergabung dalam Centre for International Relation Studies (CIReS) Universitas Indonesia ini selain mengkaji secara teoritis tentang persoalan perekonomian (krisis ekonomi) secara global, juga memfokuskan diri pada kasus-kasus privatisasi yang menimpa Indonesia, seperti privatisasi sektor telekomunikasi (kasus Indosat), privatisasi air, privatisasi pendidikan. Jika kita cermati motif dari privatisasi itu, setidaknya ada beberapa alasan yang mendasari dilakukannya privatisasi.

Pertama,mengurangi beban keuangan pemerintah.Kedua, meningkatkan efisiensi perusahaan. Ketiga, meningkatkan profesionalitas pengelolaan perusahaan. Keempat, mengurangi campur tangan birokrasi/pemerintah terhadap pengelolaan perusahaan. Kelima, mendukung pasar modal dalam negeri. Keenam, sebagai flag-carrier pembawa bendera untuk go international( hlm 5-6). Di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, menerapkan privatisasi sebagai focal point kebijakan perekonomian nasional.Hal tersebut dilakukan untuk memenuhi syarat utama restrukturisasi ekonomi yang diamanatkan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia.Itu sebabnya,banyak pengamat me-nilai privatisasi di negara berkembang umumnya dilakukan karena ”desakan”— untuk tidak mengatakan ”paksaan” internasional.

Tidak mengherankan apabila adanya unsur ”desakan” dan ”paksaan” itu membuat proses privatisasi di negara berkembang banyak menuai kritik dari masyarakat.Beragam polemik dan kontroversi tak terbendung lagi kehebohannya. Hal itu biasanya terkait atau ditandai dengan: pertama, tingginya harga barang publik yang harus ditanggung masyarakat; kedua, berkurangnya lapangan kerja yang tersedia; ketiga, absennya aturan main yang mengatur privatisasi,sehingga privatisasi lebih ditujukan untuk meningkatkan keuntungan pasar daripada pelayanan sosial; keempat, hilangnya akses masyarakat miskin untuk mengonsumsi barang publik; kelima,hilangnya kontrol publik atas aset-aset negara; dan keenam, mengundang bentuk korupsi baru dalam tata kelola aset-aset negara (hlm 13-14).

Hal tersebut terjadi jelas merupakan konsekuensi logis dari tujuan utama privatisasi, seperti yang dinyatakan Petras dan Veltmetyer (2001), bukanlah untuk mengambil alih kepemilikan perusahaan, melainkan menata ulang struktur perekonomian negara dimaksud guna melapangkan jalan bagi penyelenggaraan agenda ekonomi neoliberal secara internasional sebagaimana tertera dalam Washington Consensus.

Washington Consensus adalah sebutan bagi paket ”standar” reformasi perekonomian negara- negara yang dilanda krisis yang disusun lembaga-lembaga keuangan internasional yang bermarkas di Washington, yakni IMF,Bank Dunia,dan Departemen Keuangan AS. Salah satu contoh implementasi Washington Consensus terlihat dalam proses privatisasi air oleh Bank Dunia sejak 1992. Tinjauan atas sepak terjang IMF di 40 negara juga membuktikan bahwa pada tahun 2000, perjanjian pinjaman IMF terhadap 12 negara debitor selalu mencantumkan privatisasi air sebagai salah satu syarat dikucurkannya pinjaman.

Akhirnya, dari uraian panjang lebar di atas—yang mencakup kondisi perekonomian global hingga pada pilihan privatisasi yang diterapkan sebuah negara, menjadi pembanding sekaligus sebagai kerangka teoretis untuk mengulas kasuskasus serupa (privatisasi) yang melanda bangsa ini.Disertai dengan data yang memadai,valid, dan akurat, buku ini secara implisit seolah membisikkan kepada para pemegang kebijakan di negeri ini,bahwa privatisasi sama halnya dengan menggadaikan negara itu sendiri. Maka jangan pernah dilakukan!(*)

Lagi, Tewas di Pantura


Mobil Boks Tabrak Truk Pasir PATROL - Jalur pantura terus merenggut nyawa manusia. Kali ini insiden kecelakaan lalu lintas (laka lantas) terjadi di jalur Patrol. Korbannya adalah Supriatin (25), warga Wonosobo-Jawa Tengah.

Korban yang diketahui sebagai kernet truk boks nopol AA 1376 MB, tewas di tempat kejadian perkara (TKP) setelah kendaraan yang ditumpanginya menabrak dari belakang, sebuah truk bermuatan pasir nopol B 9404 CX yang berhenti di sebelah kanan jalan, Jumat (13/7) sekitar pukul 04.45.

Keterangan yang berhasil dihimpun Radar, insiden naas tersebut bermula saat truk pasir yang dibawa Mista (47), warga Sendang RT 05/02 Kecamatan Karangampel, mengalami pecah ban saat melaju menuju arah Jakarta. Ketika sedang ganti ban, tiba-tiba truk boks yang dibawa lari oleh Moch Agus Taufan (51), warga Kerteu Laweyan RT 01/01 Surakarta, dari arah Cirebon langsung menghantam dari arah belakang.

Supriatin, yang saat itu sedang tertidur pulas, langsung tergencet dan tewas seketika. “Kondisi sopir hanya mengalami cedera ringan. Apalagi melihat kondisi truk boks yang menabrak, ternyata samping kiri yang rusak berat,” ungkap salah seorang petugas di Mapolsek Sukra.

Swasta Minim Siswa Baru


Terancam Bangkrut, - Di saat SLTP dan SLTA negeri di Kabupaten Indramayu kebanjiran pendaftar calon siswa baru, sejumlah pengelola sekolah swasta malah banyak yang resah akibat minimnya pendaftar. Sepinya pendaftar ke sekolah swasta tersebut, dilatarbelakangi isu pengondisian dari pihak tertentu kepada lulusan SD maupun SMP untuk memenuhi sekolah negeri terlebih dahulu. Setelah kuota sekolah negeri terpenuhi, baru para siswa dibebaskan untuk mendaftar ke swasta.

"Kami banyak menerima aspirasi dari anggota yang mengeluhkan minimnya pendaftar ke sekolah swasta. Bahkan ada yang memberikan masukan kepada kami, adanya isu pengondisian dalam proses penerimaan. Jika pengondisian itu benar adanya, maka kami sangat menyayangkan, karena bupati Indramayu pernah menyatakan tidak ada perbedaan antara sekolah negeri dengan swasta,” ujar Ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kabupaten Indramayu, Drs H Eno Suwarno S kepada Radar usai menggelar pertemuan dengan jajaran pengurus, kemarin.

Lebih lanjut Eno menuturkan, saat ini banyak sekolah swasta yang minim pendaftar. Seperti SMP Al-Wasliyah yang baru menerima delapan orang pendaftar, dan SMA PUI Jatibarang yang pendaftarnya baru mencapai 18 siswa. Jumlah itu masih sangat jauh dari harapan.

Dikatakan, jika sampai waktu pendaftaran habis, kemudian sekolah swasta yang jumlahnya 200 lebih minim siswa baru, maka ancaman bangkrut akan menjadi kenyataan. Karena kelangsungan kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah swasta, salah satunya ditunjang dari keberadaan siswa.

"Supaya sekolah swasta tetap eksis dan bisa terus melaksanakan KBM untuk menunjang program peningkatan IPM serta suksesnya wajardikdas 12 tahun, maka kami memohon kepada Bupati Irianto untuk ikut membantu,” pinta Eno sambil mengatakan bahwa BMPS akan mengirim surat resmi ke bupati Indaramayu dalam waktu dekat ini.

Selain masalah minimnya pendaftar, BMPS juga akan mengirimkan surat lain kepada bupati Indaramayu. Intinya meminta supaya guru bantu sementara (GBS) yang telah diangkat menjadi PNS bisa ditempatkan kembali ke sekolah asalnya.

"GBS yang menjadi PNS itu sebagian besar bertugas di sekolah swasta. Kalau mereka ditarik dan ditempatkan ke sekolah negeri, maka banyak sekolah swasta yang akan kehilangan guru dan kesulitan untuk mencari penggantinya karena keterbatasan dana untuk honor mereka,” tegas Eno.

Kejurda Road Race Kembali Digelar


INDRAMAYU - Dharma Ayu Racing Club (DARC) bekerjasama dengan promotor nasional Trendypromo Mandiri Indonesia dan Ikatan Motor Indonesia (IMI) Jawa Barat (Jabar), kembali menggelar Kejuaraan Daerah Gudang Garam Road Race dan Country Speed Challenge Road Race seri 4 tahun 2007.

Ajang bergengsi tingkat provinsi tersebut berlangsung selama dua putaran. Putaran pertama digelar Country Road Race yang berlangsung selama dua hari, yakni Sabtu-Minggu (14-15 Juli). Sedangkan yang kedua digelar Gudang Garam Road Race pada tanggal 21 hingga 22 Juli mendatang.

Acara yang akan berlangsung di Sport Centre Indramayu itu bakal diikuti para pembalap nasional dari Jabar, DKI Jakarta, Banten, Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Hal itu disampaikan ketua panitia penyelenggara Sigit Joy Widiyanto kepada wartawan dalam jumpa pers di Sekretariat IMI Cabang Indramayu, Jumat (13/7). Sigit menjelaskan, road race dimaksudkan sebagai persiapan pembalap Jabar dalam menghadapi PON XVII 2007 di Kalimantan Timur. Dikatakan Sigit, dalam kesempatan itu Indramayu kembali terpilih sebagai tuan rumah sekaligus tempat latihan para atlet Jabar. Untuk itu melalui even tersebut diharapkan mampu mencari bibit-bibit unggul pembalap muda berbakat dalam berbagai even, baik tingkat nasional maupun internasional.

“Ajang ini akan menjadi wadah yang tepat dan aman untuk hobi balap di kalangan anak muda, sehingga dapat memiliki sifat dan tingkah laku yang menjunjung nilai sportivitas tinggi. Kami berharap even tingkat Jabar ini mampu melahirkan para pembalap handal,” kata Sigit.

Sedangkan kelas yang diperlombakan dalam kejuaraan Country Road Race 2007 adalah Bebek 4 Tak 110 cc SU Open, Bebek 4 T 110 cc TU Pemula MP3. Kemudian Bebek 4 T 125 cc TU Pemula MP 4 dan Bebek 4 T 110 cc STD Pemula MP5. Selain itu, OMR Honda/Mocin 110-125 cc Open, OMR Satria Open, Sport 135 cc Open dan OMR Matic.

Salam Kenal Saking Kula

Hi... Dulur batur sing ana ning endi bae ana, khususe sing ana ning bumi hehehehhe.... salam kenal bae kanggo sampean sing durung kenal lan sing wis kenal ya harus lebih kenal maing dansalam sejahtra saja dari saya.... " Sukses buat anda yg lg merantau baik ngoleti dolang lan sing lagi ngleti ilmu yaiku ilmu kebagusan ..... itu bae saking kula Wassalamu'alaikum Wr Wb.