Google
 

09/08/07

Pemeran Adegan Mesum Sudah Lama Kabur


Diduga Sengaja Direkam

Adegan mesum dua siswa SMA favorit di Indramayu, Ja (17) dan LF (16) yang banyak tersebar di handphone (HP), masih menjadi bahan perbincangan hangat. Berdasarkan sejumlah informasi yang diperoleh Radar, kedua “pemeran utama” adegan mesum itu ternyata telah lama kabur dari Indramayu.

Ja (17), siswa SMAN 1 Indramayu dikabarkan telah pindah sekolah ke Subang sekitar sebulan lalu, atau sebelum kasus adegan mesum ini mencuat. Diduga saat itu kelakuan Ja sudah tercium, sehingga segera dipindahkan agar tidak mencemarkan nama sekolah. Sayangnya koran ini tidak bisa bertemu langsung dengan Kepala SMAN 1 Sindang Dra Hj Sulastri, karena tengah sibuk dengan tugas-tugasnya. Namun menurut penuturan salah seorang guru yang tidak mau disebutkan namanya, Ja memang sudah pindah ke Subang sekitar sebulan lalu atas keinginan kedua orang tuanya.

“Setahu kami, Ja sudah pindah ke Subang atas keinginan orang tuanya sebelum kasus adegan mesum ini mencuat,” tuturnya, Rabu (8/8).

Sementara LF (16), gadis cantik bertubuh bongsor itu dikabarkan telah dipindahkan ke sebuah pesantren di Jawa Timur oleh orang tuanya. Hal ini diakui oleh Kepala SMAN 1 Sindang, Drs Rustam Effendi. Rustam mengatakan, secara de jure LF memang telah diterima di SMAN 1 Sindang. Namun secara de facto, LF belum mendapatkan pendidikan di sekolahnya karena baru tiga hari ikut MOS dan langsung pindah.

Yang menarik, LF ternyata merupakan siswi yang cukup cerdas, karena ketika SMP pernah menjadi juara Olimpiade Matematika. Sementara Ketua Forum Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP) Drs Nana Sudiana MPd berharap agar kasus ini tidak terlalu dibesar-besarkan. Apalagi keduanya sudah tidak tercatat sebagai siswa di Indramayu. Nana menilai, dalam kasus ini yang paling bertanggung jawab adalah orang tua siswa. Menurutnya, pergaulan anak-anak di luar sekolah sangat ditentukan oleh orang tua masing-masing. Orang tua harus mampu mengawasi anak-anak mereka ketika pulang dari sekolah.

Di tempat terpisah, praktisi fotografi dan videografi, Inang Sadewo menduga adegan mesum yang dilakukan kedua pelajar itu sengaja dilakukan oleh orang ketiga. Menurutnya, dari estetika pengambilan gambar terlihat sangat profesional dan indah. Jadi kemungkinannya kecil kalau adegan itu direkam sendiri oleh pelaku melalui HP.

“Dilihat dari hasilnya, saya sangat yakin kalau pengambilan gambar sengaja dilakukan oleh videografer dengan menggunakan alat video shooting. Sebab, kalau gambar diambil sendiri oleh pelaku pasti goyang,” tutur lelaki berambut panjang ini.

Mencuatnya kasus adegan mesum pelajar Indramayu ini membuat sejumlah sekolah di Kota Mangga langsung melakukan sweeping, terutama handphone berkamera. Seperti di SMA PGRI 2 Sindang, pihak sekolah langsung melakukan sweeping HP siswa, dan setelah dicek ternyata ditemukan sejumlah HP yang berisi adegan mesum tersebut. Saat itu juga pihak sekolah langsung menghapus adegan mesum yang tersimpan dalam HP siswa.

“Berdasarkan hasil sweeping memang ditemukan sejumlah HP yang menyimpan adegan mesum tersebut dan langsung dihapus,” terang Drs Sudalim Gymnastiar, salah seorang guru.

Polisi Siap Periksa Pelaku Mesum

Mencuatnya adegan mesum yang diduga dilakukan oleh Ja (17) dan LF (16) yang direkam melalui kamera HP (handphone), ditanggapi serius oleh jajaran Polres Indramayu. Bahkan, dalam waktu dekat ini polisi akan meminta keterangan terhadap pelaku yang mencoreng lembaga pendidikan di Kota Mangga tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Kapolres AKBP Drs Syamsudin Djanieb SH MH kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (8/8). Kapolres menjelaskan, selain memanggil kedua pelajar yang melakukan adegan seks suka sama suka itu, pihaknya juga akan melakukan penyelidikan terhadap para pelaku yang sengaja menyebarkan gambar mesum di kalangan pelajar.

”Kami tidak akan main-main dengan kejadian ini, serta meminta kepada masyarakat untuk segera melaporkan para pelaku yang sengaja memperbanyak gambar adegan mesum. Sebab, apa yang dilakukannya jelas telah melanggar aturan hukum yang berlaku,” ancam mantan kapolres Ciamis ini.

Menurut Syamsudin, pihaknya mengintruksikan kepada seluruh anggota untuk segera melakukan razia terhadap peredaraan sejumlah VCD porno dan HP di kalangan pelajar, terutama yang di dalamnya terdapat gambar tidak senonoh. ”Pokoknya kami tidak akan mentolelir para pelaku yang sengaja merusak moral generasi muda,” tegas Syamsudin.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, dua pelajar SMA di Indramayu telah melakukan adegan mesum layaknya seperti suami istri di sebuah kamar. Dalam adegan berdurasi 3,5 menit itu, keduanya terlihat melakukan adegan seks suka sama suka atau tanpa ada paksaan sama sekali. Si cowok terlihat hanya mengenakan celana abu-abu tanpa kemeja, sementara si cewek terlihat hanya memakai rok warna biru (seragam SMP). Diduga saat kejadian, LF memang baru masuk sekolah atau masih dalam kegiatan MOS (masa orientasi siswa). Keduanya melakukan adegan mesum ini dengan diiringi musik dan lagu dari grup musik yang tengah naik daun, Kangen Band. (oet/dun)







Link :





Best View at Resolution 600x800

Gempa Indramayu Guncang Jawa


Warga Panik, Bupati Sampaikan Tak Akan Tsunami INDRAMAYU - Gempa 7 skala richter yang mengguncang sejumlah wilayah di Pulau Jawa berpusat di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. BMG mencatat gempa terjadi pukul 00.04.58 WIB, Kamis (9/8/2007). Informasi dari Pusat Gempa Nasional menyebutkan, titik gempa berada di 6.17 LS dan 107.66 BT dengan kedalaman 286 KM di bawah permukaan laut.

Gempa yang berjarak 75 kilometer barat laut Kota Indramayu tersebut juga terasa di Jakarta, Lampung, Jogjakarta, Bogor, Tasik, dan Bandung, bahkan Lampung.

Pantuan Radar dari Indramayu, seluruh warga Indramayu panik dan keluar rumah. Warga Limbangan, Dadap, Juntikebon dan daerah pinggir pantai di wilayah Kecamatan Juntinyuat hingga pukul 02.00 dinihari tadi, masih berkerumun di luar rumah. Atas imbauan dari aparat desa setempat, mereka untuk sementara dilarang masuk rumah, khawatir akan ada gempa susulan.

Sampai pukul 02.11 tadi malam, belum ada laporan kerusakan bangunan di Indramayu dan sekitarnya yang dilaporkan warga. Bupati Indramayu H Irianto Syaifuddin (Yance) dan keluarganya juga berada di luar rumah. Bupati Yance terus memantau perkembangan wilayahnya setelah dihantam gempa yang cukup besar tersebut. “Saya belum menerima laporan kerusakan dari warga,” katanya kepada Radar sambil terus mengontak para camat untuk meminta laporan dampak gempa yang baru saja melanda daerahnya.

Yance juga mengimbau kepada warganya untuk tidak panik, dengan mengatakan bahwa hasil analisis dari BMG gempa tersebut tidak akan menimbulkan tsunami.

Gempa juga terasa di Kabupaten Majalengka. Tini Hartini (45) warga Desa Cicadas Kecamatan Jatiwangi merasakan gempa yang cukup keras. Menurut Tini, sekitar pukul 24.00 dirinya dibuat kaget dengan adanya guncangan hebat. Namun, guncangan tersebut tidak menimbulkan kerusakan bagian rumahnya. Hal senada juga dirasakan Toto Warsito, warga Desa Lengkongkulon Kecamatan Sindangwangi.

Dirasakan Toto, guncangan gempa di daerahnya sangat terasa cukup keras. Hanya saja, lanjut dia, tidak ada kerusakan yang terjadi terhadap rumahnya. Hanya saja adanya guncangan “lini” membuat resah dan was-was. Pun guncangan dirasakan warga Majalengka Kota. Seperti yang dirasakan Asmiarti (30) warga Jalan Siti Armilah Majalengka Kulon. Guncangan hebat yang dirasakannya membuat kaget. Meski tidak ada kerusakan dibagian rumahnya, tapi aquarium miliknya menjadi terganggu.

Sementara itu, Kepala BMG Jatiwangi Eko saat dihubungi koran ini tadi malam, belum mengetahui terjadinya gempa. (dun/ara)












Best View at Resolution 600x800Best View at Resolution 600x800