Google
 

15/07/07

Banjir Air Laut Melanda Cirebon dan Indramayu

Perkampungan warga di sepanjang pantai utara Cirebon dan Indramayu, Jumat (11/5) sore, dibanjiri air laut akibat ombak pantai yang pasang tiba-tiba atau rob. Ombak pasang, menurut warga, terjadi sejak Kamis, tetapi kemarin mencapai puncaknya.

Di perkampungan nelayan di RT 09 RW 6 Kampung Cangkol, Kelurahan/Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, ombak sudah masuk ke perkampungan. Eti Agung, salah seorang pemilik rumah di perkampungan yang terletak 100 meter dari bibir pantai, sudah mengemasi barang-barangnya karena air menggenangi rumahnya setinggi 20 sentimeter (cm). Sebagian jalan kampung juga tergenang air setinggi 30 cm. Satu keluarga lain bahkan sudah mengungsi.

Basir Adip, Ketua RT 09, mengakui air laut mulai pasang sejak Kamis pukul 15.00. Semakin sore, air semakin maju ke daratan. Menurut dia, dari sekitar 40 rumah warga di RT-nya, beberapa sudah mulai terendam air.

Di sepanjang pantai, ombak berkali-kali menghantam tanggul kecil yang membatasi perkampungan dengan bibir pantai. Kebanyakan air laut yang berwarna keruh masuk ke kampung lewat saluran pembuangan air.

Hal tersebut juga terjadi di RT 08 RW 7 Kampung Kesunean, Kelurahan/Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon. Wawan, seorang warga, juga menyatakan air laut sudah masuk perkampungan setinggi mata kaki. Kini warga hanya bisa berjaga-jaga dan bersiap mengungsi jika kondisi memburuk. "Biasanya rob bertahan seminggu. Namun, kami berharap besok sudah mulai reda," ujar Basir. Indramayu

Di Indramayu, ombak besar juga mengancam permukiman warga. Di Desa Limbangan, Juntinyuat, air bahkan sudah masuk ke permukiman. Di Desa Dadap, Kecamatan Juntinyuat, dua keluarga mengungsi dan air terus menggerus pantai yang telah rusak akibat abrasi.

Kepala Desa Dadap Junaidi mengakui, ombak kali ini merupakan ombak terbesar yang pernah dilihat selama belasan tahun tinggal di Dadap. "Warga banyak yang menangis. Mereka kebingungan karena melihat ombak besar. Rumah-rumah mereka memang berbatasan langsung dengan pantai sehingga jika ada ombak besar, kemungkinan langsung bisa masuk," ujarnya.

Sebenarnya air pantai pasang sering kali terjadi di daerah Dadap, tetapi biasanya terjadi bulan Agustus dan tidak sampai masuk ke perkampungan. Kali ini rob justru datang pada bulan Mei.

Desa Dadap sendiri merupakan desa yang terus terkena abrasi. Setidaknya ribuan hektar lahan telah terkikis sejak 10 tahun lalu. Sebagian rumah di pinggir pantai bahkan terancam roboh karena terkikis air saat pasang dan rob. Hingga kini belum ada tanggul pengaman yang mengamankan perkampungan warga dari ombak pantai. Ribuan tanaman bakau yang ditanam awal tahun lalu mati atau terbawa ombak.

Tidak ada komentar: